Kamis, 26 Maret 2009

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNOLOGI BARCODE


Barcode Reader adalah alat yang digunakan untuk membaca kode barcode. Tanpa kita sadari bahwa setiap hari kita apat menemui barcode pada barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Seperti pada pasta gigi, sabun, pada makanan-makanan ringan,dll.
Barcode dibedakan menjadi 2 jenis barcode :
1. barcode 1 dimensi
barcode 1 dimensi terdiri dari garis-garis yang berwarna putih dan hitam.warna putih untuk nilai 0 dan warna hitam untuk nilai 1.
2. barcode 2 dimensi
sedangkan barcode 2 dimensi sudah tidak berupa garis-garis lagi, akan tetapi seperti gambar.jadi informasi yang tersimpan didalamnya akan lebih besar.
untuk membuat kode barcode dari delphi kita dapat memanfaatkan rave report yang udah include pada delphi versi 7.kita dapat memilih type dari barcode yang akan kita buat.diantaranya barcode untuk produk ritail,buku perpustakaan,anggota berbeda-beda.Kode yang akan kita buat bisa bebas asalkan hanya digunakan pada sistem disuatu tempat seperti perpustakaan,akan tetapi untuk produk yang akan di edarkan dipasaran harus didaftarkan terlebih dahulu ke GS1 agar tidak sama dengan produk yang lain.
Untuk menggunkan perangkat barcode pada aplikasi kita sangat mudah. Sistem kerja sebuah barcode reader hampir sama dengan inputan pada kayboard. jadi tidak diperlukan lagi driver atau komponent untuk menggunakan barcode reader pada delphi. kita tinggal hubungkan barcode ke PS2 kemudian komputer sudah menganggap barcode reader tersebut adalah kayboard. Perbedaan barcode reader dengan keyboard adalah barcode reader membaca sebuah kode barcode kemudian memasukan kode tersebut kedalam komputer dengan menambahkan karakter enter atau chr(13). Nah untuk itu kita tinggal memberikan event onkeypress pada Tedit yang akan kita gunakan sebagai input kode barcode. pada event tersebut kita berikan prosedure sebagai berikut :

Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital.Pada konsep digital,hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean,yaitu 0 atau 1.Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu,misalnya 5 volt dan 0 volt).Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih.Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1.Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode,sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.

Selanjtnya,masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda.Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai.Demikian,karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.

Dan sebab itu,batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya).Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus,serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya.Sementara itu,ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode.Saat ini,ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi.

Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena,laser,serta kamera.Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena.Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode.Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik,lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.

Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode,tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh.Selain itu,pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible.

Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode,baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital.

Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer?Ada 2 macam koneksi,yaitu sistem keyboard wedge dan sistem output RS232.Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard.Biasanya menggunakan port serial pada komputer.Kita memerlukan software pengantara,umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.

KELEBIHAN BARCODE

Kelebihan barcode adalah ketika seorang kasir akan menghitung harga dari sebuah makanan yang dibeli oleh konsumen,dia tidak akan sulit untuk menghitungnya.

Cukup dengan cara mendekatkan barcode ke bagian kode makanan tersebut,maka harga nya pun akan keluar pada monitor komputer.

KELEMAHAN BARCODE

Kelemahan Teknologi Barcode

Dari permasalahan yang ada maka dilakukan perbandingan – perbandingan antara lain:
1. Pencatatan absensi dan pelaporan menggunakan kartu absensi dan jam pencetak waktu konvensional.

2. Pencatatan menggunakan kartu magnetik atau kartu berkode (bar code)
3. Pencatatan absensi dan pelaporan menggunakan sidik jari dan integrasi ke software pelaporan dan kepegawaian.

No

Faktor kelemahan

Kartu absensi dan pencetak waktunya

(1)

Magnetic tape reader / bar code reader

(2)

Finger print scanner & software absensi & pengupahan

(3)

1.

Ketidakjujuran karyawan via “buddy punching? (teman sekerja yang mencatatkan kehadiran)

Seringkali terjadi.

Kartu absensi digunakan bersama-sama

Dapat terjadi.

Kartu magnetik dapat digunakan bersama-sama

Tidak mungkin terjadi.

Sidik jari tidak dapat digunakan oleh rekan sekerjanya yang lain.

2.

Manipulasi atau hilangnya kartu absensi

Mungkin terjadi

Kartu absensi dapat dipertukarkan antar rekan sekerja

Mungkin terjadi

Kartu magnetik dapat dipertukarkan antar rekan sekerja

Tidak mungkin terjadi

Tidak menggunakan kartu absensi, sidik jari seseorang selalu unik (tidak ada yang sama).

Dapat menggunakan lebih dari 1 jari sebagai identifikasi

3.

Kesalahan/ ketidakakuratan pencatatan waktu kerja karyawan

Kurang akurat.

Pencetak waktu dapat diset atau reset manual, sehingga mungkin dapat menjadi tidak akurat

Akurat

Pencatatan waktu menggunakan komputer, sangat akurat

Akurat

Pencatatan waktu menggunakan komputer, sangat akurat

4.

Otomatisasi sistem pelaporan dan integrasi dengan sistem informasi kepegawaian

Secara manual

Hrs dilakukan secara manual, kemungkinan kesalahan penyalinan data dari kartu absensi cukup besar

Dapat secara otomatis

Mungkin dapat diintegrasikan dengan sistem terkomputerisasi.

Otomatis dan integrasi ke sistem kepegawaian

Selalu dapat dilakukan otomatisasi pelaporan, menggunakan sistem yang terintegrasi.

Kelemahan sistem konvensional adalah terbukanya peluang manipulasi, kesalahan pencatatan, maupun hilangnya catatan kehadiran seorang karyawan. Juga, terbuka kemungkinan terjadinya “buddy punching? dimana rekan sekerja yang lain mencatatkan waktu kerja yang bukan dirinya. Hal ini membuat pencatatan waktu kehadiran karyawan menjadi tidak akurat.

Integrasi ke sistem kepegawaian membutuhkan analisis dan perancangan software yang terpadu, dengan sistem konvensional cukup sulit untuk diotomatisasikan karena pencatatan informasi kehadiran secara manual. Pencatatan menggunakan komputer seperti pada penggunaan sidik jari ini sangat memungkinkan keterpaduan dengan sistem kepegawaian serta pengembangan sistem lebih lanjut.

3. Pemecahan masalah

Sistem pencatatan kehadiran berbasis biometrics (sidik jari) mampu menjawab permasalahan absensi diatas. Berdasarkan perbandingan dengan sistem lain pada tabel sebelumnya, sistem berbasis biometrics mempunyai keunggulan sbb:

• Sidik jari tidak dapat dipalsukan dan digandakan.
Karyawan yang mencatatkan kehadirannya di sistem biometriks ini adalah benar-benar karyawan yang namanya tercantum dalam record komputer di database kepegawaian.

• Kesalahan pencatatan dan manipulasi data dapat diminimalkan.
Data absensi karyawan menjadi sangat akurat. Semuanya terautomatisasi dengan sistem kepegawaian sehingga intervensi manual oleh unauthorized user dapat dihindari.

• Sistem pelaporan terintegrasi dengan sistem informasi kepegawaian.
Pencatatan absensi, pelaporan, dan proses selanjutnya seperti pengupahan, prestasi kerja, uang transport, dst. dapat diintegrasikan bersama - sama. Sistem terpadu menghasilkan laporan yang akurat, cepat, dan efisien.

• Sangat mudah digunakan
User hanya perlu menekan sensor dengan salah satu jari (misal jempol atau telunjuk) dan proses sisanya ditangani oleh sistem ini. Tampilan di layar monitor menggunakan grafis dan sangat informatif. Misalnya photo akan muncul, berikut nomor pegawai, dan waktu kehadiran secara singkat dan jelas.

4. Spesifikasi teknis prototype

Penggunaan Sistem Pencatatan Absensi Biometrics:

Awalnya setiap karyawan akan didaftarkan sidik jarinya ke dalam database sidik jari biometrics, jari yang didaftarkan dapat lebih dari satu jika salah satu jarinya tidak secara sempurna digunakan sebagai identifikasi. Informasi setiap karyawan sebagai acuan dapat menggunakan database kepegawaian yang telah dirancang atau sistem kepegawaian rancang bangun terbaru.[1]

Untuk digunakan sebagai pencatat absensi, karyawan pengguna hanya perlu menempelkan jarinya pada sensor di dekat layar monitor. Selanjutnya sistem biometrics akan mendeteksi sendiri siapa karyawan tersebut dan mencatat waktu kedatangan / kepulangannya sesuai dengan waktu di CMOS clock komputer. Informasi ini akan disimpan pada database kepegawaian untuk perhitungan selanjutnya.

3. Fitur dan keunggulan sistem
• Solusi lengkap sistem absensi biometrics, dimana hardware sensor, custom-designed software, dan packaging nya dalam satu paket lengkap.
• Sistem ini sangat mudah digunakan, sensor dapat membaca sidik jari pada sudut apa saja, bahkan terbalik sekalipun. Software driver sensor mampu mengenalinya dengan baik.
• Pengamanan pembacaan sidik jari dari pembacaan sidik jari sebelumnya. Pembacaan bayang-bayang sidik jari dari user sebelumnya dapat tersisa, tapi sistem ini akan menghilangkannya sehingga pembacaan selanjutnya menjadi lebih akurat.
• Link data dari sensor ke Biometrics Server yang aman. Data dikirim menggunakan link yang terotorisasi secara “challenge-response
?. Jadi data yang lain tidak dapat dikirim ulang untuk otorisasi.
• Template sidik jari dan data-data user diproteksi secara internal dengan menggunakan teknik 128-bit enkripsi.
• Gambar image sidik jari tidak disimpan, tapi hanya kalkulasi matematisnya saja. Jadi, identitas masing-masing sidik jari tidak dapat digandakan.

5. Kesimpulan

Sistem absensi biometrics ini tentunya akan menyelesaikan masalah-masalah klasik pencatatan absensi, yaitu diantaranya buddy punching, kartu yang hilang, pencatatan absensi yang kurang akurat, hingga keamanan informasi. sistem yang akan dibangun tentunya harus sesuai dengan kebutuhan sehingga pemanfaatannya menjadi tepat guna. pengembangan lebih lanjut berikut ujicoba yang teliti yang mencakup semua aspek pemakaian sistem ini perlu dilaksanakan sehingga menjadikan sistem yang handal dan sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

0 komentar:

Poskan Komentar